Sauna=Global Warming=Hati

26 11 2007

sauna.jpg

*Katanya mandi sauna itu kayak gini 

Sodara,

Kemarin saya mengalami hal yang istimewa. Saya mandi sauna selama dua hari berturut-turut. Coba bayangkan, istimewa banget kan, mandi sauna dua hari berturut-turut. Padahal sebelumnya ndak pernah lho.

Sekedar info nih: Berdasarkan penerawangan saya dan dibantu sama pakde gogel, sauna atau yang sering disebut juga dengan mandi uap itu sudah ada sejak jaman dulu. Katanya sih sebelum jaman kuda gigit besi, bahkan sebelum ada kalender lho. Hasil penerawangan saya juga mengatakan bahwa banyak bangsa yang mempunyai budaya mandi sauna. Seperti Roma sama Indian.

Katanya sih, pas jaman dulu, mandi sauna dipake buat mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh. Makanya saat ini di tempat fitnes ada fasilitas mandi saunanya. Lha, hubungannya apa. Gini lho: Prosedurnya, abis fitnes orang dianjurkan buat mandi sauna. Fungsinya membantu mengendurkan kembali otot tubuh yang mengejang pas fitnes. Katanya sih kalo sodara sekalian suka fitnes, itu kan biasanya otot pegel atau mengejang, nah itu karena ada penumpukan racun di jaringan otot. Dengan mandi sauna, racun yang menumpuk itu bisa terangkat. Efeknya akan melancarkan peredaran darah, dan memperbaiki jaringan otot sehingga terasa rileks.

Jadi,
Kata kuncinya      : fitnes – pegel – racun – sauna – sehat
Kesimpulan         : sehat = mahal (nyambung kan?)

Hasil lain dari penerawangan yang saya lakukan juga memberikan penampakan kalo keringat yang keluar pas mandi sauna itu bisa memberi keuntungan lainnya. Jadi, pas mandi sauna kan berkeringat. Nah, keringat itu merupakan hasil dari pembakaran tubuh karena metabolisme tubuh yang meningkat selama bersauna. Bahkan, ada beberapa penampakan yang mengatakan kalo dengan melakukan sauna selama 20-30 menit, bisa membakar hingga 300-400 kalori. Makanya ndak heran kalo sauna juga dijadikan sarana buat melangsingkan tubuh.

Nah, itu sekedar infonya. Sekarang cerita soal pengalaman mandi saunanya saya.
Seperti yang saya bilang di atas, kemaren dua hari berturut-turut, saya mandi sauna. Ndak ditempat fitnes ato di tempat spa tapi cuma di kost. Ceritanya begini, ndak tau kenapa dua hari ini panasnya minta ampun.
Dan cilakanya saya ndak pergi kemana-mana. Jadi saya hanya di kamar aja, nonton tipi. Hasilnya, saya kegerahan. Dari kegerahan tersebut saya sampe keringetan. Keringet itu ngucur segede-gede jengkol sampe-sampe kaos yang saya pake basah. Akhirnya saya di kamar cuma pake celana pendek saja (bukan celana dalam saja lho,hehehe).

Saya mencoba berkunjung ke kamar sebelah, ternyata keadaannya sama saja, bahkan lebih buruk. Soalnya kipas angin kamar sebelah lagi ngambek alias ndak mau muter. Walhasil saya dan teman kost saya itu hanya bisa megap-megap kepanasan.

Dan kami berdua pun bercakap,
“Wah, rasanya kayak mandi sauna nih?” tutur temen kost saya.
Dan saya pun menjawabnya, “Emang mandi sauna itu gimana sih?”
“Ya kayak gini ini” katanya menberikan jawaban.

Saya menerima jawabanya tersebut, karena memang saya belum pernah mandi sauna. Jadi saya terima saja. Dan saya merasa beruntung bisa mandi sauna di kost, ndak perlu ikut fitnes ato ke spa.

Tak lama kemudian setelah perbincangan kami mengenai mandi sauna itu, teman kost saya kembali berucap,
“Ini pasti gara-gara global warming.” kata temen kost saya.
“Maksudnya?” saya kembali menanggapinya dengan seksama.
“Ya pokoknya ini pasti gara-gara global warming.” Katanya dengan memaksa.

global-warming.jpg

Dan saya pun kembali mengangguk-angguk. Saya mencoba mencoba berpikir. Si global warming ini kasian banget ya, kok disalahin gara-gara panas. Padahal dia kan bikin saya bisa ngerasain mandi sauna. Dan mandi sauna kan manfaatnya banyak. Bisa ngeluarin racun sama bisa ngebakar kalori.

Akhirnya saya kembali ke kamar saya.

Tak lama berselang, saya mendapat kunjungan teman kuliah saya dulu.
Untuk basa-basi saya mengajaknya berbincang,
Saya       : “Dino iki panas banget yo.” (hari ini panas sekali ya)
Teman   : “Sing panas ki atimu.” (Yang panas itu hatimu)
Teman   : “Panasing donya ki ra iso ngalahke panasing ati” (Panasnya dunia ini tidak bisa mengalahkan panasnya hati)
Saya : “!#@^&*&*” (Beberapa sumpah serapah yang tidak pantas untuk ditulis)

*ilustrasi saya pinjam dari sini dan sini


Actions

Information

2 responses

27 11 2007
GoenRock

Daku sih wajib berterimakasih rasanya sama itu si Global Warming. Kalau ndak karena dia, daku ndak bakalan bisa gonta-ganti kancut tiap hari. Soalnya persediaannya dikit, habis pakek langsung cuci, jemur n tungguin ampe kering :D

12 11 2008
diana

sip! aku suka ma pembahasan tentang Global Warming-mu, tapi kurang mbrakot yo Le, , ,

Leave a comment